Dewasa dalam Memilih Langkah, Mitchell Baker Rencanakan Debut Profesional Januari 2027

Dewasa dalam Memilih Langkah, Mitchell Baker Rencanakan Debut Profesional Januari 2027

Dewasa dalam Memilih Langkah, Mitchell Baker Rencanakan Debut Profesional Januari 2027

Kematangan berpikir ditunjukkan oleh penyerang Timnas Indonesia, Mitchell Baker, dalam menata masa depan kariernya. Meski memiliki bakat yang sudah dilirik klub profesional, pemain 19 tahun ini memilih untuk tidak terburu-buru, melainkan menyusun rencana yang terukur.

Dalam wawancara dengan Tribuna, Baker mengungkapkan bahwa Premier League adalah impian masa depannya. Namun, ia cukup realistis untuk memahami bahwa mencapai level tersebut membutuhkan proses yang tidak bisa dipotong jalan.

Bukti nyata dari pola pikir ini adalah keputusannya untuk tetap membela Georgetown Hoyas. Padahal, pada Desember 2025, ia sudah resmi terpilih di urutan ke-10 MLS SuperDraft 2026 oleh Colorado Rapids. Alih-alih langsung meneken kontrak, Baker memprioritaskan penyelesaian gelar sarjananya yang ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Ia telah menetapkan Januari 2027 sebagai momentum dimulainya karier profesional. Jika ia memutuskan untuk bermain di Major League Soccer (MLS), maka hak draft-nya masih dipegang oleh Colorado Rapids. Namun, Baker menegaskan bahwa prioritas utamanya bukan sekadar status profesional, melainkan jaminan kesempatan bermain dan lingkungan yang mendukung pertumbuhan.

"Langkah berikutnya adalah menandatangani kontrak profesional, kemudian membangun posisi saya... bermain secara reguler, dan terus berkembang sebagai penyerang tengah," jelas pemain kelahiran Melbourne, 11 Desember 2006, yang baru empat setengah tahun mendalami posisi striker ini.

Baker merasa sangat beruntung telah belajar banyak dari kompetisi kampus di AS dan pengalaman membela Timnas Indonesia. Ia tidak sabar untuk segera terjun ke lingkungan profesional penuh waktu, bekerja dengan pelatih spesialis, dan menguji nyali melawan bek-bek elit setiap pekan.

Selain target klub, motivasi terbesarnya tetaplah Timnas Indonesia. Baker bercita-cita menjadi bagian dari sejarah yang membawa Indonesia ke Piala Dunia 2030, sekaligus meraih impian mewakili negaranya di panggung Olimpiade.